Tuesday, March 2, 2010

Penyebab Kesalahan Berpikir


Tiba-tiba saja, setelah diskusi itu, saya tergerak untuk menulis tentang penyebab kesalahan berpikir ini. Saya memulai sebuah diskusi ringan di kelas dengan mahasiswa untuk introduksi sebuah mata kuliah pada awal semester ini. Tak sengaja, diskusi itu menyinggung sedikit pada masalah kemiskinan. Ada sebuah pendapat;
“Kemiskinan memang sudah semestinya ada, sudah ada sedari dulu, sesuatu yang alamiah, bahkan sudah menjadi sunatullah. Bila tidak ada orang yang miskin, maka tidak akan ada orang yang mengambil upah kepada orang kaya, dan kepada siapa zakat akan diberikan? Oleh karena itu kemiskinan tidak bisa dihilangkan, kemiskinan hanya bisa diminimalisir.”
Anda, tentu saja, boleh saja setuju atau tidak setuju dengan pendapat tersebut. Masing-masing orang, tentunya, punya pendapat yang berbeda. Namun, bila mau dilihat lebih jauh, menganggap kemiskinan tidak bisa dihilangkan (baca mengentaskan kemiskinan) adalah sebuah kesalahan berpikir. Mengapa?
Mari kita lihat dulu apa saja penyebab kekeliruan atau kesalahan berpikir tersebut. Berikut ini adalah penyebab kesalahan berpikir yang diuraikan Murtadha Muthahhari menurut Al-Qur’an. Sebenarnya, pada novel-novel atau pun karya ilmiah Buya HAMKA, kita juga akan temukan penyebab kesalahan berpikir ini secara terpisah. Namun, saya belum menemukan buku Buya HAMKA yang secara sistematis khusus membahas masalah ini (kalau sobat-sobat punya, mohon beritahu ). Kesalahan berpikir juga pernah dibahas oleh Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya Rekayasa Sosial.
Al-Qur’an memberitahukan ada lima sebab kesalahan berpikir. Pertama, bersandar pada prasangka (persangkaan), bukan pada pengetahuan yang pasti. Persangkaan adalah penyebab utama kekeliruan. Descartes pernah bilang, “Jangan tergesa menghubung-hubungkan gagasan dengan kecenderungan.” Tidak ada sebuah landasan yang pasti bahwa kemiskinan merupakan sesuatu yang sudah semestinya ada.
Kedua, hawa nafsu. Sekali-kali jangan pernah untuk bersikap tidak adil (netral) dalam menilai. Bila seseorang tidak adil dalam memberikan penilaian, maka secara tidak disadari, arah pemikirannya akan cenderung kepada hawa nafsunya. Bayangkan, bila isu ‘kemiskinan adalah sunatullah’ ini dimanfaatkan untuk sesuatu yang dilandasi hawa nafsu, kepentingan politik misalnya. Bisa saja akan menjadi sebuah justifikasi atas kerja pemerintahan yang tak beres dalam mengentaskan kemiskinan.
Ketiga, tergesa-gesa. Untuk mengemukakan pendapat tentang sebuah persoalan, misalnya kemiskinan adalah sunatullah, seseorang harus memiliki bukti yang cukup. Bila tidak, bisa saja pendapat tersebut salah.
Keempat, berpikir tradisional dan melihat ke masa lalu. Saya teringat ketika detik-detik kepindahan Valentino Rossi dari Honda ke Yamaha. Saat itu, Rossi dihantui oleh pendapat orang-orang “bila ingin menjadi juara, pakailah Honda”. Namun, setelah pindah ke Yamaha, Rossi membuktikan bahwa dengan motor selain Honda ia bisa menjadi juara. Bahkan, bila ia juara lagi musim ini, gelar juaranya bersama Yamaha akan melebihi jumlah perolehan juara semasa ia masih ‘menggeber’ Honda. Dalam kasus ini, berpikir “bila ingin juara, pakailah Honda” adalah pikiran yang melihat ke masa lalu. Kecenderungan alamiah manusia adalah cepat menerima gagasan atau kepercayaan yang sudah diterima oleh generasi sebelumnya, tanpa memikirkannya lebih jauh. Begitu pula dalam memandang masalah kemiskinan ini. Inilah yang dikatakan Jalaluddin Rakhmat dalam Rekayasa Sosial sebagai fallacy of retrospective determinism.
Kelima, memuja tokoh atau mengkultuskan seseorang. Masih erat kaitannya dengan poin keempat. Pada poin ini, sekilas terlihat ada sedikit (dan tentu saja tidak sepenuhnya) kesamaan pandangan Muthahhari dengan Immanuel Kant soal pencerahan. Mengkultuskan seseorang akan membuat seseorang tidak berani beda dengan pendapat sebelumnya atau pendapat tokoh yang dikultuskan tersebut. Ini akan menyebabkan seseorang kehilangan kemerdekaan berpikir dan berkehendak. Kata Muthahhari lagi, Al-Qur’an menyeru kita agar berpikir independen, dan jangan membabi buta mengikuti pendapat orang-orang terdahulu.
Berpendapat bahwa kemiskinan sudah semestinya ada adalah kesalahan berpikir. Selanjutnya, kita akan terjebak dengan pendapat bahwa pelacuran itu juga sudah ada sejak dulunya. Selagi masih ada laki-laki dan perempuan, maka pada saat itu juga yang namanya pelacuran tidak bisa dihilangkan. Pelacuran sudah semestinya ada. Pelacuran hanya bisa dilokalisasikan. Atau sama juga dengan menganggap bila tidak ada kejahatan, maka siapa yang akan bekerja sebagai polisi, atau orang-orang yang telah menjadi polisi nantinya akan bekerja sebagai apa? Makanya, kejahatan memang harus ada. Kesalahan berpikir menyebabkan kita menjadi status quo terhadap semangat perubahan.
Sebagaimana halnya seorang yang miskin, suatu waktu, ia bisa saja menjadi seorang pengusaha kaya yang sukses, asalkan ia berusaha dengan sungguh-sungguh. Begitu pula dengan kemiskinan, bisa saja dihilangkan, asalkan ada usaha yang sungguh-sungguh untuk mengentaskan kemiskinan tersebut. Tak ada hal yang tak mungkin untuk dilakukan. Tak ada hal yang tak bisa berubah. Perubahan itulah yang sudah jelas nyata sebagai hukum alam. Perubahan itulah yang sunatullah.
Terakhir, anda tentu saja boleh setuju atau pun tidak dengan pendapat saya. Oleh sebab itu, bila ada tambahan, pendapat yang berbeda, koreksi atau pun kritik, saya akan dengan senang hati menerimanya. Mari kita diskusikan bersama

Orang Kaya berpikir "Dan" bukan "Atau"

Nah ada satu lagi cara berpikir orang kaya yang unik yang mungkin
kita tidak sadari yang mendorong mereka sukses.
Orang Kaya Berpikir 'Dan' bukan 'Atau'.

Orang-orang kelas menengah ke bawah cenderung atau percaya bahwa
mereka harus memilih antara kepentingan uang dan aspek kehidupan
lainnya, yang akhirnya mereka mengambil kesimpulan bahwa uang tidaklah
sepenting hal lainnya.
Contoh : manakah lebih penting antara bahagia dan uang?


Untuk menjawab pertanyaan di atas sebenarnya ibarat menanyakan
"mana yang lebih penting antara tangan kanan dan tangan kiri ?"


Uang adalah ibarat pelicin / "oli" dimana kita bisa "meluncur" dalam
menjalani kehidupan dengan lebih licin ini tanpa meninggalkan
goresan-goresan karena terseret-seret.


Uang memberikan kita kebebasan, bebas membeli apa yang kita inginkan,
bebas dari keterikatan waktu sehingga bebas melakukan apa saja,
bebas menikmati barang-barang terbagus di kehidupan ini, sekaligus
memberikan kebebasan untuk membantu orang lain untuk memenuhi
kebutuhan mereka bakti sosial, sumbangan, dll. Dengan ada uang kita tidak
memboroskan energi kita untuk hal-hal sepele yang timbul karena
ketidakadaan uang.
Fakta penting bahwa faktor perceraian nomer satu di dunia sampai sekarang
adalah soal "kekurangan keuangan di dalam rumah tangga".


Tetapi bahagia itu juga penting, inilah yang membedakan cara pandang/pikir
orang kurang kaya dengan orang kaya. Mereka percaya mereka
tidak bisa mendapatkan keduanya yakni mendapatkan uang dan bahagia.
Sebenarnya ini hanyalah kesalahan pola pikir yang sudah terbentuk.
Jika tidak diubah maka orang tersebut akan dikendalikan perasaan takut
sehingga begitu mendapat uang, jiwanya akan merasa tidak tenang karena
merasa dia tidak mungkin bahagia, dia dihantui perasaan harus memutuskan
pilihan "uang" atau "bahagia".


Trus orang kaya akan selalu pikir dengan "Dan" mereka bisa kaya dan bisa
bahagia dengan adanya uang.
Dan yang terpenting lagi adalah dengan mereka menyetel pola pikir "dan"
sehingga begitu dihadapkan adanya pilihan dalam perjalanan hidup ini,
misalnya pilih "A" atau "B" mereka akan selalu mencari kemungkinan untuk
mendapatkan keduanya sehingga tercipta usaha untuk berpikir lebih dalam.
Sedangkan kalo orang miskin mereka cuma pasrah untuk memilih salah satu
tanpa ada usaha mendapatkan keduanya.

Orang kaya percaya "Kamu dapat mendapatkan kue lezat yang mahal dan sekaligus menikmatinya semua"

Orang menengah percaya "Kue tersebut terlalu mahal, jadi saya cukup mendapatkan 1 potong kecil saja"

Orang miskin tidak percaya mereka berhak mendapatkan kue dan menikmati kue mahal tersebut, jadi mereka cuma membeli donut yang ada lubangnya trus focus ke lubang tersebut dan heran kok mereka tidak pernah merasakan/mendapatkan apa-apa ya.

Salam S2S, hidup sukses selalu dan hidup kaya raya dengan selalu bahagia.
Tuhan menciptakan kita serupa Gambar dan RupaNYA sehingga diberikan kelimpahan
sumberdaya dan rezeki, dan menginginkan kita hidup kaya.

Kita Harus Paham Pola Pikir Orang Kaya !

Kalian pernah mendengar nama Robin Hood? Tokoh ini
sangat digemari oleh banyak orang karena kisah heroiknya yang
merampok uang dari orang-orang kaya dan kemudian membagi-bagikan
hasilnya secara merata bagi semua orang miskin.

Apabila kita melihat dari sisi radikal, tingginya popularitas
dari Robin Hood ini memperlihatkan bahwa banyak orang yang
merasa bahwa dunia ini tidak adil karena orang-orang yang kaya
bisa memiliki uang begitu banyaknya. Memang fakta menunjukkan
bahwa sebagian besar uang yang beredar ini dikuasai oleh hanya
sebagian kecil dari masyarakat.

Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana kondisi dunia apabila
Robin Hood berhasil mengumpulkan semua uang yang ada dan
membagikannya secara merata ke semua orang? Sekilas dunia
tampak lebih indah. Tidak ada lagi orang kaya, dan tidak ada
lagi orang miskin. Semua orang hidup dengan kemakmuran yang
sama.

Marshall Sylver, di dalam bukunya yang berjudul Passion Profit
Power, menjelaskan lebih detil mengenai pertanyaan diatas.
Apa jadinya dunia ini apabila uang yang ada dibagikan secara
merata ke semua orang? Dan ternyata jawabannya cukup menyedihkan.
Dalam waktu 5 tahun, komposisi uang akan kembali seperti semula.
Orang-orang yang dulunya kaya akan kembali menguasai sebagian
besar uang yang ada.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya ada pada pola pikir orang
mengenai uang yang dimilikinya. Kebanyakan orang, yang pada
akhirnya akan kembali miskin, akan berpikir "Enaknya uang ini
digunakan untuk membeli apa ya?". Kemudian uangnya dihabiskan
untuk membeli barang-barang, berlibur ataupun bersenang-senang.
Singkat kata, konsumtif. Setelah seluruh uang dibelanjakan,
mereka kembali menjadi miskin.

Hal yang berbeda terjadi pada orang kaya. Orang kaya akan berpikir
bagaimana caranya untuk memanfaatkan uangnya agar dapat mendatang-
kan uang lebih banyak lagi. Mereka akan menggunakan uangnya untuk
membuka usaha, ataupun berinvestasi. Akhirnya mereka akan mengumpul-
kan uang jauh lebih banyak dari orang biasa.

Kebanyakan orang tidak bisa menerima kenyataan ini. Orang-orang
yang miskin lebih cenderung untuk menyalahkan lingkungan, orang
lain ataupun nasib. Ini adalah tindakan yang tidak tepat. Tindakan
menyalahkan tidak akan merubah orang miskin menjadi kaya.

Akan jauh lebih baik bila kita semua bersedia mengevaluasi keadaan
secara objektif. Kita bisa mengamati orang-orang kaya di sekitar
kita, kita bisa pelajari pola pikirnya yang positif, dan kita bisa
menerapkannya dalam kehidupan kita. Kekayaan akan datang dengan
sendirinya.

Dengan alasan inilah saya ingin mengajak kalian untuk merubah pola pikir
mengenai keuangan. Mari kita bersama-sama mengembangkan diri
kita dengan cara mempelajari pola pikir orang kaya, dan
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari kita.

Aku Ingin Menjadi Luar Biasa

Mata, pikiran dan hati selalu ingin melihat semuanya indah seperti yang kita impikan. Tetapi mengapa kenyataannya tidak seperti yang kita harapkan ? Anda tentu punya impian, harapan, keinginan atau cita - cita.Pertanyaanya, sudahkah semuanya menjadi kenyataan ? atau sudah berapa persenkah anda mewujudkannya ?

Tulisan ini akan mengajak anda mendesain masa depan yang lebih baik. Namun sebelum melanjutkan membacanya , siapkan pensil dan buku untuk mencatat hal terpenting yang muncul. Siapkan pula pikiran, hati, ketulusan serta kejujuran anda menerima dalil - dalil di bawah ini:


Pengakuan diri yang jujur merupakan kunci sukses pribadi anda Sebuah keberanian akan mengantar anda kejalan yang tepat Sikap mau belajar merupakan teman seperjalanan yang akan memberi penerangan Rendah hati adalah senjata untuk menghancurkan semua rintangan Setelah memahami dalil - dalil diatas, mari berlayar memahami diri anda, menemukan impian dan meraihnya.

Cita - cita. Pengenalan diri secara jujur merupakan sikap yang sangat bijaksana sebelum anda ingin menjadi luar biasa. Dengan begitu anda akan menemukan kelebihan dan kekurangan anda. " aku dan cita - citaku " adalah suatu bentuk keinginan paling mendalam dari setiap orang. Untuk mengenali diri anda sendiri maka anda harus set ulang apa sebenarnya cita - cita anda. Mau jadi apa saya dalam 3, 5, 10 tahun mendatang ? Orang - orang luar biasa selalu mencari lingkungan yang mendukung dirinya menjadi apa yang diimpikannya. Jika tidak menemukannya, mereka tidak pasrah ! Mereka justru menciptakan lingkungan sendiri. Silahkan introspeksi diri apakah cita - cita anda sejalan dan mendapatkan lingkungan yang sesuai. Jika tidak anda harus berani keluar dari jalan yang selama ini dijalani. Beranilah berputar haluan ! Lalu tatapkan cita - cita anda dan pegang teguh itu. Kenali diri anda dengan cita - cita anda.

Citra Diri. Bagaimana cara anda memandang diri anda sendiri ? Apakah anda melihat diri anda sebagai sosok yang lemah, tak berdaya, penuh rasa rendah diri, apatis, egois, menyebalkan, minder, takut gagal atau sifat dan sikap negatif lainnya ? Citra diri yang baik merupakan syarat mutlak untuk anda menjadi manusia yang luar biasa. Jika selama ini anda pesimis pada diri sendiri,maka sudah waktunya mengubah diri menjadi optimis, berpenghargaan besar, berambisi, dan berani menghadapi tantangan dan resiko. Setiap pribadi layak untuk berhasil dan sukses. Setiap pribadi berhak menetapkan cita - citanya setinggi langit, berhak mendapatkan apa yang diinginkan. Selama anda merasa todak layak, tidak mampu, itu berarti anda terlalu menghina diri anda sendiri. Anda sudah menginjak - injak diri sendiri. Sebab itu perbaiki cara melihat diri sendiri. Perbaiki citra diri anda.

Harga Diri. Perasaan diri sendiri atau berapa besar menyukai diri sendiri itu adalah sebuah harga diri. Pernahkah anda membayangkan jadi bintang film terkenal yang disanjung dan dihormati banyak orang ? Bukankah hati dan perasaan anda sangat luar biasa ? Bukankah itu sangat berpengaruh terhadap perasaan ? Bukankah kemudian anda semakin menyukai diri anda sendiri ? Itulah sebuah harga diri. Menyukai, bangga, dan menyayangi diri sendiri merupakan faktor terpenting untuk menjadi luar biasa. Orang lain tidak mungkin akan menghargai anda jika anda sendiri tidak pernah menghargai diri sendiri. Kalau anda memberikan nilai 10 pada diri anda maka orang lain pun akan memberikan nilai 10, bahkan lebih ! Sebaliknya jika anda sudah tidak menghargai diri sendiri, begitu murah menghargai diri sendiri, orang lain pun akan melakukan hal yang sama terhadap anda. Maka hargai diri anda setinggi - tingginya.

Menantang Diri Sendiri. Anda tidak mungkin termotivasi setiap saat. Ada kalanya jika hidup terasa sulit sehingga motivasi hilang. Tetapi sebaliknya, jika perasaan anda sedang senang maka anda akan mendapatkan kembali api motivasi tersebut. Motivasi akan muncul jika berhubungan dengan nilai kehidupan, keinginan, kebutuhan dan ambisi. Motivasi juga akan timbul jika kita hendak bepergian, kehidupan terancam atau waktu menghadapi sebuah resiko. Maka, tatkala anda kehilangan motivasi, saatnya anda harus menantang diri sendiri. Ciptakan lagi motivasi yang terhilang tersebut. Bagaimana caranya ? lakukan cara ini : tetap antusias, penuhi diri dengan rasa ingin tahu, baca buku, dengar kaset motivasi, renungkan terus impian, bayangkan saat impian terwujud, sadari bahwa anda dalam proses perubahan, dan jangan berharap kehidupan jadi lebih mudah. Menantang diri sendiri berarti anda berani mengakui segala kelemahan dan kekurangan. Anda harus siap mengubahnya menjadi kekuatan dan kelebihan. Berani menantang diri anda sendiri berarti anda sudah masuk ke dalam dunia komitmen yang tertinggi dalam proses pencapaian kemenangan diri anda.

Mulai Bergerak. Setelah mengetahui dengan pasti ke mana anda akan pergi, maka saatnya anda bergerak. Kesiapan sangatlah diperlukan dalam perjalanan anda menjadi manusia yang luar biasa. Maka hal - hal yang harus anda lakukan adalah : mengubah frustasi menjadi aksi. Sudah saatnya anda tinggalkan konsep - konsep, metode, cara - cara kerja dan kebiasaan lama. Ganti dengan yang baru. Saatnya anda bangkit, bangun dan sadar bahwa ternyata anda menjadi luar biasa jika anda mau dan bersedia membayar harganya. Apa yang harus anda perbuat ? Buat daftar sifat terbaik lalu buang sifat buruk. tetaplah bergairah, terus belajar mengembangkan potensi diri, kepribadian, tantangan lebih berani, selalu bicara positif, membuat prestasi lebih baik, selalu berhubungan dengan orang lain, selalu memotivasi diri setiap saat, dan memahami hukum panen. Jika anda menghendaki buah durian janganlah menanam biji jagung.

Menjadi Luar Biasa. Setelah mengenali diri, berani menantang diri sendiri, mulai bergerak ke depan ke arah perbaikan, kemajuan, pengembangan diri yang positif, maka siap - siaplah menyongsong lahirnya diri anda sebagai manusia luar biasa. Berfikir terlebih dulu baru bertindak adalah cara yang benar yang dilakukan oleh orang - orang luar biasa. Kendaraan berati fasilitas yang dipergunakan untuk menuju ke masa depan yang anda inginkan. Kendaraan anda tidak lain adalah semangat anda.

Kemauan. Akhir kata, kemauan dan pilihan adalah yang sangat menentukan apakah anda ingin tetap menjadi manusia yang biasa atau luar biasa. Tidak perduli anda siap dan dari mana, jika anda mau dan memilih untuk menjadi orang yang luar biasa anda pasti bisa. Tetapi jika anda tidak mau, maka hidup anda tidak akan pernah berubah. Jika anda tidak memilih, janganlah menyalahkan keadaan. Anda yang menentukan ke mana akan pergi, dengan siapa pergi, apa yang harus dibawa, berapa banyak bekal, kapan mau berangkat, jalan mana yang harus dilewati, semuanya tergantung pada pilihan dan keputusan anda sendiri. Menjadi luar biasa hanyalah salah satu pilihan yang dapat anda pilih dalam kehidupan anda. Anda pasti bisa jika anda menginginkannya. Salam sukses !

Pedoman HiduP



1. Jika sudah terjadi masalah, tdk harus dihindari (bingung), tapi HARUS DIHADAPI dengan tenang dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai/ ada jalan keluarnya.

2. Menghadapi semua hal, tdk boleh berpikir negatif, seperti: "saya pasti tdk mampu", "saya tdk bisa", dan seterusnya. Tapi selalu berpikir positif, seperti: "saya bisa, pasti ada jalan keluarnya" dan lain lain.


3. Sudah dan senang semuanya tergantung pikiran saja!! ( Pikiran adalah pelopor!!). Jadi jaga pikiran kita baik - baik. Jangan pikir yang jelek/negatif. Selalu berpikir yang positif (baik).

4. Segala kesulitan/kesusahan akan berakhir. sebesar apapun masalahnya akan selesai juga dengan berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan : TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR.

5. Orang yg sukses 85% ditentukan dari sikap/prilaku, 15% baru ditentukan ketrampilan. Jadi sikap kita dalam hidup ini sangat penting.

6. Segala sesuatu berubah (anicca). Kita tdk perlu susah. Misalnya : sekarang susahnya, selanjutnya pasti berubah menjadi senang. sekarang ada orang yang tdk senang pada kita, suatu saat nanti akan baik juga.

7. Hukum karma, berarti berbuat baik akan mendapat hasil baik dan sebaliknya, seperti tanam padi, pasti panen padi. Ingat!! Usahakan setiap saat selalu berbuat (tanam) kebaikan agar mendapatkan (panen) kebaikan. Jgn melakukan kejahatan. Dan jgn berharap mendapat balasan dari perbuatan baik kita!!!

8. Kesehatan asalah paling nomor satu (berhaga). Jaga kesehatan kita dengan olahraga, istirahat yang cukup dan jangan makan sembarangan.

9. Hidup ini penuh dengan masalah/persoalan/penderitaan. Jadi kita sdh tahu TIDAK MUNGKIN SELALU LANCAR/TENANG. Siapkan mental, tabah, sabar dan tenaga untuk menghadapinya. itulah kenyataan hidup yang harus dihadapi oleh setiap manusia.

10. Masa depan seseorang sangat tergantung pada sikap dan buku buku yang dibaca. Jadi membaca sangat penting dan menentukan masa depan seseorang.

11. Jangan membicarakan kejelekan orang lain, karena kita akan dinilai jelek oleh orang yg mendengarkannya.

12. Pergaulan sangat penting dan merupakan salah satu kunci sukses. Boleh bergaul dengan orang jahat maupun baik asal kita HARUS TAHU DIRI/JANGAN TERPENGARUH LINGKUNGAN. Lebih baik lagi apabila kita bisa menuntun yang jahat ke jalan yang benar.

13. Budi orang tua, tidak dapat dibayar dengan apapun juga. begitu juga dengan budi orang2 yang telah membantu kita.

14. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. HARGAILAH DIRIMU APA ADANYA!!!

15. JANGAN MEMPERTENTANGKAN (MEMPERDEBATKAN) hal hal kecil yang tdk berguna dengan siapapun juga.

16. Kunci sukses dlm hidup ini, selalu bersemangat, berusaha, disiplin, sabar, bekerja keras, rajin berdoa/sembahyang, banyak berbuat baik serta tdk blh berputus asa.

17. Jangan Menilai orang dari Harta(kekayaan), penampilan ataupun kondisi fisik. Semua orang itu SAMA!!!