Tuesday, March 2, 2010

Orang Kaya berpikir "Dan" bukan "Atau"

Nah ada satu lagi cara berpikir orang kaya yang unik yang mungkin
kita tidak sadari yang mendorong mereka sukses.
Orang Kaya Berpikir 'Dan' bukan 'Atau'.

Orang-orang kelas menengah ke bawah cenderung atau percaya bahwa
mereka harus memilih antara kepentingan uang dan aspek kehidupan
lainnya, yang akhirnya mereka mengambil kesimpulan bahwa uang tidaklah
sepenting hal lainnya.
Contoh : manakah lebih penting antara bahagia dan uang?


Untuk menjawab pertanyaan di atas sebenarnya ibarat menanyakan
"mana yang lebih penting antara tangan kanan dan tangan kiri ?"


Uang adalah ibarat pelicin / "oli" dimana kita bisa "meluncur" dalam
menjalani kehidupan dengan lebih licin ini tanpa meninggalkan
goresan-goresan karena terseret-seret.


Uang memberikan kita kebebasan, bebas membeli apa yang kita inginkan,
bebas dari keterikatan waktu sehingga bebas melakukan apa saja,
bebas menikmati barang-barang terbagus di kehidupan ini, sekaligus
memberikan kebebasan untuk membantu orang lain untuk memenuhi
kebutuhan mereka bakti sosial, sumbangan, dll. Dengan ada uang kita tidak
memboroskan energi kita untuk hal-hal sepele yang timbul karena
ketidakadaan uang.
Fakta penting bahwa faktor perceraian nomer satu di dunia sampai sekarang
adalah soal "kekurangan keuangan di dalam rumah tangga".


Tetapi bahagia itu juga penting, inilah yang membedakan cara pandang/pikir
orang kurang kaya dengan orang kaya. Mereka percaya mereka
tidak bisa mendapatkan keduanya yakni mendapatkan uang dan bahagia.
Sebenarnya ini hanyalah kesalahan pola pikir yang sudah terbentuk.
Jika tidak diubah maka orang tersebut akan dikendalikan perasaan takut
sehingga begitu mendapat uang, jiwanya akan merasa tidak tenang karena
merasa dia tidak mungkin bahagia, dia dihantui perasaan harus memutuskan
pilihan "uang" atau "bahagia".


Trus orang kaya akan selalu pikir dengan "Dan" mereka bisa kaya dan bisa
bahagia dengan adanya uang.
Dan yang terpenting lagi adalah dengan mereka menyetel pola pikir "dan"
sehingga begitu dihadapkan adanya pilihan dalam perjalanan hidup ini,
misalnya pilih "A" atau "B" mereka akan selalu mencari kemungkinan untuk
mendapatkan keduanya sehingga tercipta usaha untuk berpikir lebih dalam.
Sedangkan kalo orang miskin mereka cuma pasrah untuk memilih salah satu
tanpa ada usaha mendapatkan keduanya.

Orang kaya percaya "Kamu dapat mendapatkan kue lezat yang mahal dan sekaligus menikmatinya semua"

Orang menengah percaya "Kue tersebut terlalu mahal, jadi saya cukup mendapatkan 1 potong kecil saja"

Orang miskin tidak percaya mereka berhak mendapatkan kue dan menikmati kue mahal tersebut, jadi mereka cuma membeli donut yang ada lubangnya trus focus ke lubang tersebut dan heran kok mereka tidak pernah merasakan/mendapatkan apa-apa ya.

Salam S2S, hidup sukses selalu dan hidup kaya raya dengan selalu bahagia.
Tuhan menciptakan kita serupa Gambar dan RupaNYA sehingga diberikan kelimpahan
sumberdaya dan rezeki, dan menginginkan kita hidup kaya.

No comments:

Post a Comment